Mitos tentang jerawat yang tidak akan membantu Anda untuk menghilangkannya
Jerawat bukan hanya merusak penampilan tapi mood juga. Perawatan jerawat berhubungan erat dengan banyak mitos yang tidak akan membantu untuk mengalahkan masalah ini ... dan mereka bahkan bisa memperburuk keadaan.
Pola makan tidak mempengaruhi penyebaran jerawat.
Ada penelitian lama yang mengklaim tidak ada hubungan antara diet dan jerawat, namun sains modern membuktikan kebalikannya.
Gula merangsang produksi insulin, dan kelimpahannya bisa menyebabkan jerawat. Hindari produk dengan indeks glisemik tinggi, seperti roti putih, soda, coklat, dan bir.
Jerawat juga bisa muncul karena hormon yang terkandung dalam susu, yang meningkatkan produksi sebum. Kelebihannya menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Makanlah produk yang akan membantu Anda menjaga kulit tetap bersih:
- Produk dengan indeks glikemik rendah, seperti roti gandum utuh, kacang mete, kembang kol, dan timun akan membantu mengurangi penyebaran jerawat.
- Seng terkandung dalam telur, daging, jamur, dan makanan laut dan bisa membantu mengembalikan kulit.
- Vitamin A memfasilitasi penyembuhan jerawat. Ini adalah alasan untuk memasukkan wortel, kol, dan bayam ke dalam makanan Anda.
Merokok penyebab penyebaran jerawat.
Banyak orang berpikir bahwa merokok menyebabkan jerawat. Tidak diragukan lagi, penggunaan tembakau adalah kebiasaan buruk, namun tidak menimbulkan jerawat yang menyebar.
Merokok memperburuk regenerasi kulit, dan jerawat sembuh lebih lambat.
Jika Anda berhenti merokok, Anda akan melihat bahwa Anda terlihat lebih baik: aliran oksigen ke kulit akan meningkat, dan proses pemulihan akan berjalan lebih cepat.
Kosmetik dekoratif menyebabkan jerawat.
Tidak semua kosmetik itu buruk bagi kulit. Gunakan produk yang ditandai sebagai noncomedogenic karena diproduksi khusus untuk kulit bermasalah. Hindari kosmetik yang mengandung alkohol dan minyak. Alkohol mengeringkan kulit dan menyebabkan iritasi kulit, yang, pada gilirannya, menyebabkan jerawat menyebar. Minyak membuat kulit berminyak dan menyumbat pori-pori.
Ingat bahwa kosmetik harus berisi:
- lidah buaya;
- retinol;
- peptida 10.
Komponen ini memperbaiki penyembuhan jerawat karena merangsang produksi kolagen.
Komponen ini memperbaiki penyembuhan jerawat karena penyebab produksi kolagen.
Sinar UV merangsang kerja kelenjar sebaceous, yang menyebabkan munculnya jerawat baru. Itu sebabnya tan dilarang jika Anda memiliki jerawat. Gunakan tabir surya untuk kulit bermasalah - ini akan melindungi kulit dari sinar matahari dan penyebaran jerawat.
Stres menyebabkan jerawat.
Jerawat baru bukan akibat stres. Tapi jika Anda sudah memiliki jerawat, stres bisa memperburuk situasi: luka dan penyembuhan pasca-jerawat melambat.
Jika Anda sering mencuci muka, jerawat akan hilang.
Jerawat, serta komedo, disebabkan oleh penyumbatan pori-pori dengan kelebihan sebum. Itu sebabnya Anda bisa mencuci muka sebanyak yang Anda mau, tapi jerawatnya tidak akan berkurang. Mencuci wajah secara menyeluruh akan menyebabkan iritasi lebih lanjut: spons dan sikat wajah menimbulkan trauma pada kulit dan tidak membersihkannya. Ini juga alasan untuk tidak menyeka wajah Anda dengan handuk. Tepilah wajah Anda dengan handuk atau serbet.
Sabun dan pembersih Sulfate yang mengandung (SLS, SLES) terlalu banyak mengeringkan kulit.
Pasta gigi membantu menghilangkan jerawat.
Pasta gigi mengandung baking soda, essential oil, hydrogen peroxide, mentol, dan triclosan yang tentunya bisa mengeringkan jerawat namun juga bisa menyebabkan iritasi dan ruam.
Sebaiknya gunakan perawatan jerawat berbasis benzoil peroksida, yang dikembangkan untuk menyembuhkan jerawat
Semua orang tahu bahwa memencet jerawat itu buruk. Anda dapat merusak folikel yang terinfeksi dan memperparah peradangan. Jika Anda perlu membersihkan kulit dan tidak punya waktu untuk mengunjungi salon kecantikan, Anda bisa menggunakan benang gigi dan menyingkirkan semua komedo. Pori-pori itu tidak akan tergores. Jangan lupa merawat kulit Anda dengan antiseptik.
sumber: brightside












No comments